Monday, September 11, 2006

PERANG ANTARA CINTA DAN KEBENCIAN


Menurut anda, adakah orang yang tidak merasa sakit jika ditinggalkan dan dikhianati oleh orang yang dia cintainya ? Jawabanya pasti tak seorang pun yang tidak merasa sakit.
Kalo begitu pantaskah jika perasaan cinta yang dulunya tulus berubah menjadi sebuah kebencian yang mendalam ? atau seharusnyakah kita memberikan cinta hanya kepada dia yang mencintai kita ?

Bagi kebanyakan orang adalah masuk akal dan bijaksana untuk mencintai orang yang mencintai kita. Dan adalah suatu kebodohan jika kita mempertahankan cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan. Hal ini benar adanya mengingat bahwa cinta itu akan jauh lebih indah dan mendatangkan kebahagian jika ada pertukaran kasih sayang diantara sepasang kekasih. Namun bagaimana jika situasinya berubah ? orang yang dulunya kita cintai meninggalkan kita hanya karena sebuah alasan yang tidak mendasar. Bagaimana seharusnya kita menyikapi situasi ini ?
Aku yakin bahwa setiap orang berhak membuat keputusan dan mengambil sikap yang menurut mereka pantas untuk dilakukan meskipun tidak semua orang setuju dengan hal itu.

Nach, aku senang mau berbagi cerita dan pengalaman kepada anda sehubungan dengan hal ini. Jujur saja situasi yang menyedihkan diatas merupakan pengalaman pribadi aku, dan aku yakin pasti diantara anda yang membaca tulisan ini juga pernah mengalami hal yang sama yaitu "ditinggalkan oleh orang yang dicintai".
Seperti manusia normal lainnya aku merasakan pukulan yang sangat sangat hebat, kesedihan, kekecewaan, amarah, dan kebencian menguasai seluruh perasaan aku, namun anehnya diantara smua perasaan diatas ada perasaan cinta yang masih tersisa dihatiku dan yang membuat aku masih sangat2 merindukannya. Sejak itulah perang antara cinta dan kebencian dimulai dalam diriku, di satu sisi aku merasa kalo dia tidak pantas untuk aku cintai karena sudah begitu sangat menyakitiku, namun disisi lain aku tidak dapat membohongi perasaan ini kl aku masih sangat2 membutuhkannya dan tidak dapat melupakannya. Bagi aku dia terlalu menyakitkan untuk dikenang dan terlalu indah untuk dilupakan.

Ironisnya lagi peperangan ini berkecamuk dalam diriku selama hampir 3 tahun, dan selama itu pula tidak ada seorang pun yang menemukan kunci untuk membuka pintu hatiku yang tertutup rapat. Hingga pada suatu waktu aku dihadapkan pada kenyataan yang menyakitkan sekaligus membantu aku untuk berani mengambil sikap.
Kenyataan itu adalah bahwa dia udah married, kl boleh jujur kenyataan ini jauh lebih menyakitkan daripada sewaktu dia meninggalkan aku. Namun dibalik smua itu aku akhirnya bisa mengakhiri peperangan antara cinta dan kebencian didalam diriku.
Seraya waktu berlalu, perlahan2 tapi pasti aku mulai bisa melupakan dia tanpa harus membencinya dan menghapus semua kenangan indah diantara kami. Dan dengan menyadari bahwa cinta tak selamanya saling memiliki, aku tetap dapat memelihara cinta kami meskipun dalam kadar yang berbeda mengingat dia sudah menjadi milik orang lain.

Satu hal yang aku sadari bahwa ada lebih banyak kebahagian didalam memberi dari pada menerima dan ada lebih besar sukacita dan kebahagian yang kita rasakan sewaktu kita berhasil mencintai orang yang pernah menyakiti kita. Mungkin kedengarannya agak sedikit naïf, tapi dari pengalaman hidupku ini aku banyak belajar dan lebih dewasa lagi dalam bersikap.
Aku bersyukur krn aku berhasil mengalahkan kuasa kebencian didalam diriku dan berhasil mengendalikan cinta yang meraja dihatiku sehingga tidak membuat aku sampai bertindak bodoh. Pada akhirnya keputusan dan sikap aku ini menghasilkan ketenangan, kedamaian pikiran, dan perasaan tentram didalam diriku.
Selain itu kesadaran aku akan ketidakabadian didunia ini membantu aku bernalar bahwa kehidupan kita yang singkat ini akan jauh lebih indah dan bermakna jika dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang yang tulus, tidak soal siapapun orangx dan apapun latar belakang dan statusnya. Sebaliknya kebencian akan mengerogoti kehidupan seseorang sehingga tidak dapat merasakan kebahagian sejati sepanjang hidupnya, benar2 sangat menyedihkan!!!

Saturday, August 26, 2006

Masturbasi - Seberapa Seriuskah Ini ?

Pada umumnya orang berpandangan bahwa kebiasaan bermasturbasi merupakan hal yang wajar2 saja dan umum dilakukan sebagai fungsi tubuh yang normal.Menurut para dokter dewasa ini,tidak ada penyakit fisik yang disebabkan oleh masturbasi.Bahkan beberapa para ahli berpendapat bahwa "tidak adanya masturbasi pada seseorang anak muda yang sehat perlu dikhawatirkan".Apakah ini berarti bahwa Masturbasi tidak berbahaya dan dapat diterima sebagai kebiasaan yang wajar2 saja? Sebagai contoh,apakah karena menipu dan mencuri umum dilakukan dewasa ini, maka kita dapat mengatakannya sebagai sesuatu yang pantas dan wajar? Sebelumnya kita perlu tahu dulu apa Masturbasi itu dan mengapa begitu banyak orang khususnya remaja merasa ini suatu kebiasaan yang sulit dihilangkan?

Masturbasi adalah perbuatan merangsang diri sendiri dengan sengaja untuk menghasilkan rangsangan seksual hingga mencapai puncak kenikmatan.Pada masa berkembangnya keremajaan,keinginan seks menjadi sangat kuat.Hormon-hormon yang kuat dikeluarkan oleh tubuh, yang mempengaruhi organ-organ reproduksi.Maka seorang remaja mulai menyadari bahwa organ-organ ini dapat menghasilkan perasaan atau sensasi yang menyenangkan.Dan kadang-kadang seorang remaja bisa terangsang secara seksual bahkan tanpa memikirkan seks.Sebagai contoh, ketegangan yang timbul karena berbagai macam kekhawatiran,perasaan takut,atau frustasi dapat mempengaruhi sistem syaraf yang peka dari seorang anak laki-laki dan menimbulkan rangsangan seksual.Bagi wanita keinginan seks yang kuat muncul tepat pada saat sebelum dan sesudah haid.Sensasi semacam ini tidaklah sama dengan masturbasi,karena ini merupakan tanggapan yang normal dari tubuh yang masih muda dan sebagian besar tidak disengaja.Namun karena perasaan ingin tahu dan karena sensasi ini hal yang baru, beberapa remaja mulai dengan sengaja memanipulasi, atau bermain-main dengan organ seks mereka.

Sama seperti api yang mudah berkobar karena dipicu oleh bahan bakar, demikian pula rangsangan seksual yang normal dalam diri seseorang jika dipicu oleh bahan bakar mental seperti bacaan dan tontonan yang berbau pornografi akan lebih memudahkan seseorang melakukan Masturbasi.Jadi sering kali apa yang dibaca,ditonton,atau didengarkan,maupun apa yang dibicarakan atau direnungkan akan menggerakkan seseorang pada Masturbasi.Namun ada juga yang melakukan kebiasaan Masturbasi karena mengalami tekanan emosi yang paling berat,misnya merasa kesepian,kekhawatiran dan penolakan,sehingga Masturbasi menjadi "obat penenang" untuk menghilangkan kesulitan mereka.Nach, yang jadi pertanyaannya skarang,apakah ada dampak negatif yang ditimbulkan dengan melakukan kebiasaan Masturbasi?

Beberapa orang bernalar bahwa Masturbasi dapat menghindarkan seseorang dari perbuatan amoral yaitu seks diluar nikah.Apakah penalaran itu bener adanya?
Sebenarnya kebiasaan Masturbasi memperlihatkan bahwa seseorang tidak merespek Allah,Pribadi yang menyediakan Perkawinan sebagai penyelenggara untuk memuaskan keinginan seks.Selain itu Masturbasi bisa membahayakan kebahagian masa depan dalam ikatan perkawinan,karna orang yang memuaskan nafsunya melalui Masturbasi akan membuat seseorang mengembangkan kebiasaan untuk hanya memikirkan kesenangan dan kepuasan diri sendiri tanpa memikirkan kebutuhan pasangannya.Akibatnya ikatan perkawinan rusak dan menimbulkan kekecewaan yang mendalam.Kebanyakan hal itu berasal dari kebiasaan masturbasi sebelum menikah.Yang lebih penting lagi bahwa Masturbasi melemahkan hati nurani yang sehat dan cinta akan apa yang benar.Seperti kecanduan obat bius Masturbasi dapat menjadi pelarian seseorang setiap kali ia merasa tegang karena sesuatu hal dan kurangnya kemauan untuk menghadapi dan menanggulangi problem2 yang menyebabkan ketegangan tersebut.Jadi hal itu dapat menghasilkan siklus yang tidak ada habisnya,dan pada akhirnya membuat seseorang menjadi budaknya.Sedangkan Allah mengatakan bahwa kita seharusnya mengendalikan tubuh kita,tidak membiarkannya menguasai kita.
Semoga penalaran yang masuk akal ini, dapat membantu menyesuaikan pola pikir orang2 pada umumnya tentang Masturbasi, sehingga tidak menyepelekan kebiasaan buruk ini (bad habbit) dan tidak menerimanya sebagai hal yang berterima didalam masyarakat mengingat ada banyak dampak negatif yang diakibatkannya.